HANTARAN KATA

Sebagai manusia yang selalu di hadapkan pada tantangan dan kendala dalam kehidupan, dan hidup harus mampu mengatasi berbagai masalah. Ibarat seseorang yang akan menyelesaikan masalah maka yang utama adalah mencari jalan keluar, Mencari jalan keluar bukanlah suatu proses sekali jadi melainkan suatu proses usaha yang di lakukan dengan tekun dan sunguh-sungguh.

Banyak cara yang di lakukan dan salah satunya adalah cara supranatural, Cara supranatural pada hakekatnya tetap merupakan cara natural, tetapi karena membutuhkan suatu kepekaan hati dan daya tangkap batin yang tajam maka tidak sembarang orang bisa melakukannya.

Oleh karena itu kami bermaksud membantu sesama yang saat ini banyak di landa tantangan dan kendala dalam kehidupan, dan terkadang masalah itu tidak bisa di atasi dengan cara biasa.

Sebagai manusia biasa perlu adanya ikhtiar, usaha dengan kekuatan batin untuk mengimbanginya. dan kami ingin mengantarkan solusi tersebut. Karena tidak bisa menjamah dan bertemu secara langsung, maka dengan kehadiran benda bertuah tersebut, semoga mampu menyapu berbagai tantangan dan kendala tersebut.

Di zaman sekarang yang serba sulit ini sebagai manusia perlu sekali pegangan yang dapat mengatasi berbagai tantangan dan kendala hidup tersebut yaitu dengan menggunakan kekuatan sarana benda bertuah. Hal ini bertujuan membantu secara pribadi untuk melepaskan diri dari suatu kondisi yang membelenggu, yang bersandar pada kekuatan Illahi.

Mengenai keberadaannya memang sejak lama sudah menjadi masalah kontroversial, dan masing-masing dari mereka punya pendapat yang benar. sebaiknya memandang dari sudut yang luas jangan di pandang dari satu sisi sudut konsep agama semata sehingga tidaklah perlu di permasalahkan oleh agama apapun, karena benda bertuah itu masalah basic budaya.

Benda Bertuah merupakan sarana, motivasi, adat istiadat, tradisi, sejarah serta kepercayaan yang telah lama mengakar di dunia sebagai pengakuan akan adanya kekuatan Suparanatural. Oleh karena itulah, kami bermaksud memaharkan kepada yang betul-betul serius membutuhkan, di mana benda-benda bertuah tersebut bisa di manfaatkan secara mandiri dan serba praktis.

Kami harapkan mampu untuk menambah pengetahuan kita semua atau setidak-tidaknya menambah wawasan pengetahuan dan sekaligus berfungsi sebagai petunjuk dan pegangan, serta berbagai tujuan hidup, baik yang memburu benda bertuah, maupun hobyist, kolektor, dll.

Sunday, 11 January 2015

CEMETI ALI



Berbentuk seperti peluru kecil. Berukuran : panjang 9 cm, lebar tengah 1, 4 cm. Berwarna : kuning perak. Pada bagian bawah tajam dan tumpul pada bagian atasnya tumpul  tajam dan wujudnya yang kecilnya seperti peluru, terbuat dari bahan kayu dan logam timah, dalam cemeti berisi rajah khusus dan diluar cemeti ini terlihat rajah angka Arab yang melingkarinya. Cemeti Ali dikenal dikalangan masyarakat Kalimantan pada zaman dahulu banyakdipakai sebagai pegangan oleh para Wali dan para raja-raja dikerajaan Kalimantan Selatan sekitar Tahun 1710 sampai 1812 Masehi. Berasal : Media yang dibuat dan dirajah secara khusus berdasarkan disiplin ilmu hikmah,  

Rajah adalah berupa tulisan yang dibuat dalam bentuk abjab atau huruf sering disebut dengan sebutan wafaq, wifiq atau azimat, sebenarnya  yang terkandung didalamnya merupakan sebuah doa dalam permohonan yang khusus yang diwujudkan didalam suatu bentuk tulisan dengan cara khusus. Dalam pemahaman ilmu hikmah setiap abjad dan huruf mengandung kekuatan yang disebut kekuatan ghoib, Rajah diambil dari huruf bahasa Mesir, Suryani, Ibroni, maupun Arabic, yang bersumber dari saripati Kitab Al-Quran, dan kalimah hikmah lainnya.   

SEBAGAI SARANA  

Sarana keselamatan muthlak lahir batin baik didarat, laut, udara, maupun gangguan dari mahkluk halus, jin tidak berani menganggu, Sarana terhindar dari segala macam sihir, ilmu hitam, teluh. Sarana perlindungan diri dan sebagai pertahanan tubuh dari segala senjata tajam, Sarana membuat pukulan menjadi berbahaya musuh yang terkena pukulan dengan media ini bisa mati bila dipukulkan ke pohon dalam jangka waktu 3 hari pohon tersebut akan layu ( mati ), dan lain sebagainya.Cara pemakaiannya : Dibuat kalung atau dibawa bila ada keperluan.   ( Di Maharkan Rp. 250.000,- )